Maret
23
Jumat pagi hari tanggal 07 Februari 2014
Setelah mengantar Mas Fiqri ke sekolah TK - nya, saya dan Adik Tsaqif jalan - jalan ke PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan) Manggar, Balikpapan. Yuk,lihat pemandangan di PPI!
 |
Menembus lautan demi keluarga |
 |
Shortir ikan |
 |
Ikan diantar ke Pasar Manggar |
 Wadah ikan di dalam laut
Persiapan melaut
  |
Kapal - kapal nelayan berbaris rapi |
 |
Awas..ada kucing yang siap menyantap!
|
 |
Adik Tsaqif menghalau si kucing |
 |
Siapa mau es batu ganal (Bahasa Banjar : besar) ini?
|
 |
Harga es batunya Rp.10.000. Biaya penghancurannya Rp.5000,- |
 |
Stok es batu |
 |
Siap mengantarkan ikan
|
 |
Pak Baharudin sedang menjahit jalanya yang rusak. Jum'at ini tidak turun ke laut |
Pak Baharudin dan adiknya, Pak Kamarudin sudah lama berkutat dengan laut. Sejak masih balita beliau sering diajak orang tuanya melaut. Tak heran baginya tak ada istilah, "mabuk laut". Terpaan ombak dan angin kencang di laut sudah menjadi teman akrab bagi Pak Baharudin dan Pak Kamarudin. Anak - anak beliau sendiri sekarang tak mendapat izin oleh ibunya untuk diajak melaut. Mungkin karena kekhawatiran seorang ibu.
Menurut beliau,sekali turun ke laut untuk sehari semalam memerlukan biaya Rp.250.000,00 - 300.000,00. Sedangkan untuk biaya membuat sebuah kapal bisa mencapai lebih dari Rp.30.000.000,00.
Waktu saya tanya, "apa suka duka menjadi nelayan?" beliau menjawab sukanya adalah ketika dapat tangkapan banyak. Sedangkan dukanya kalau musim angin selatan yang susah ikan dan naiknya BBM.
|
27 April 2014 pukul 02.03
Woow, catatan yang lengkap..
tapi memanjaaang sekali ke bawah ^_^ -