twitter
rss

Tampilkan postingan dengan label Balikpapan BERIMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balikpapan BERIMAN. Tampilkan semua postingan

Hari Selasa tanggal 10 September 2013 yang lalu menjadi  salah satu hari bersejarah bagi masyarakat Kalimantan Timur. Pada hari tersebut, masyarakat Kalimantan Timur mengadakan pemilihan gubernur. 

KPU ( Komisi Pemilihan Umum) sendiri telah menetapkan 3 pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur. Ketiga pasangan tersebut telah mendapat nomor urut pemilihan masing – masing.


 Nomor urut 1 yaitu : Dr.H.Awang Faroek Ishak (calon gubernur) dan H.M.Mukmin Faisyal, HP.SH ( calon wakil gubernur). Pasangan nomor urut 1 ini diusung oleh 10 partai diantaranya Golkar, PKS, Demokrat,  PKB, dan Hanura. 

 Nomor urut 2 yaitu : Drs.H.Farid Wadjdw, M.Pd ( calon gubernur) dan H.Aji Sofyan Alex ( calon wakil gubernur). Pasangan nomor urut 2 ini diusung oleh partai PDIP dan PPP. 

Sedangkan pasangan nomor urut 3 yang merupakan pasangan independen adalah H.Imdad Hamid, SE ( calon gubbernur) dan Drs.H.Ipong Muchlissoni ( calon wakil gubernur).

Warga yang telah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT)  berbondong – bondong mendatangi TPS ( Tempat Pemungutan Suara) masing – masing. Salah satu TPS di Balikpapan yaitu TPS 13 Kelurahan Manggar Baru, Kecamatan Balikpapan Timur juga menyambut datangnya DPT.

TPS 13 diketuai oleh Nurliah dengan anggota : Drs.Suradji, Kamaruddin, Sumarni, Kartini, Hasanuddin dan Nurpaidah. Adapun yang menjadi saksi yaitu : Gunadi, Hermiati dan Hastatie.

Para petugas KPPS TPS 13 Manggar Baru









Adapun jumlah warga yang masuk DPT TPS 13 ada 455 orang dengan jumlah laki – laki 129 orang dan perempuan 142 orang. Namun yang hadir untuk menggunakan hak pilihnya hanya 271 orang dengan jumlah laki – laki 130 orang dan jumlah perempuan 141 orang. Sehingga jumlah golputnya mencapai 184 orang atau sekitar 40,44%.
Salah seorang warga bersiap memberikan suaranya
Surat Suara

Menurut salah satu anggota TPS 13, Bapak Suradji, pemilihan gubernur di TPS 13 berjalan lancar dan tertib.
Mengunpulkan surat suara

Penghitungan Suara


Dari hasil penghitungan suara di sore hari didapatkan hasil perolehan suara yaitu, pasangan nomor urut 1: 114 suara, pasangan nomor urut 2: 29 suara dan pasangan nomor urut 3 : 116 suara dengan total surat suara sah sebanyak 259 surat suara. Sementara jumlah surat suara tidak sah ada 12 surat suara.

Dengan demikian di TPS 13 Manggar Baru, yang memperoleh suara terbanyak adalan calon gubernur dan calon wakil gubernur dengan nomor urut 3 yaitu H.Imdad Hamid, SE ( calon gubernur) dan Drs.H.Ipong Muchlissoni ( calon wakil gubernur), unggul selisih 2 suara dari pasangan nomor urut 1 yaitu : Dr.H.Awang Faroek Ishak (calon gubernur) dan H.M.Mukmin Faisyal, HP.SH ( calon wakil gubernur).


Siapapun nanti yang terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur setelah penetapan resmi dari KPU semoga bisa membawa Kalimantan Timur maju, aman, tenteram dengan keseimbangan SDM dan SDA, keluasan lapangan pekerjaan, pemerataan ekonomi dan pendidikan, memberantas KKN. Kesimpulannya, Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru nanti jangan sampai ada di lingkaran kasus korupsi.

Jumat pagi hari tanggal 07 Februari 2014
Setelah mengantar Mas Fiqri ke sekolah TK - nya, saya dan Adik Tsaqif jalan - jalan ke PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan) Manggar, Balikpapan. Yuk,lihat pemandangan di PPI!
Menembus lautan demi keluarga

Shortir ikan


Ikan diantar ke Pasar Manggar


 Wadah ikan di dalam laut


                     Persiapan melaut
Kapal - kapal nelayan berbaris rapi
Awas..ada kucing yang siap menyantap!



Adik Tsaqif menghalau si kucing
Siapa mau es batu ganal (Bahasa Banjar : besar) ini?

Harga es batunya Rp.10.000. Biaya penghancurannya Rp.5000,-
Stok es batu

Siap mengantarkan ikan

Pak Baharudin sedang menjahit jalanya yang rusak. Jum'at ini tidak turun ke laut

Pak Baharudin dan adiknya, Pak Kamarudin sudah lama berkutat dengan laut. Sejak masih balita beliau sering diajak orang tuanya melaut. Tak heran baginya tak ada istilah, "mabuk laut". Terpaan ombak dan angin kencang di laut sudah menjadi teman akrab bagi Pak Baharudin dan Pak Kamarudin. Anak - anak beliau sendiri sekarang tak mendapat izin oleh ibunya untuk diajak melaut. Mungkin karena kekhawatiran seorang ibu.

Menurut beliau,sekali turun ke laut untuk sehari semalam memerlukan biaya Rp.250.000,00  -  300.000,00. Sedangkan untuk biaya membuat sebuah kapal bisa mencapai lebih dari Rp.30.000.000,00.

Waktu saya tanya, "apa suka duka menjadi nelayan?"  beliau menjawab sukanya adalah ketika dapat tangkapan banyak. Sedangkan dukanya kalau musim angin selatan yang susah ikan dan naiknya BBM.





Hari Sabtu tanggal 22 Maret 2014 yang lalu, Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan yang baru diresmikan pada pagi harinya. Pukul 14.00 Wita, Didi mendarat di Bandara Sepinggan dari Makassar.
Sebenarnya , Didi meminta kami datang menjemput untuk melihat bandara baru di hari pertama peresmian tapi karena hujan deras kami tak bisa pergi ke bandara, hiks - hiks.... Nah, sebagai gantinya  ini foto - foto bandara bagian dalam yang berhasil dijepret oleh Didi untuk Mimi.













Cerita Didi tentang bandara yang baru :
Karena hari pertama masih banyak yang bingung, baik penumpang maupun petugas. Masih ada petugas porter yang kebingungan. Untuk check - in dilakukan di lantai 3 yang juga sebagai pintu masuk. Sedangkan keberangkatan di lantai 1. Kalau dulu khusus pesawat Lion Air di Terminal B, maka sekarang Lion Air juga menempati bandara baru.

Di bandara lama kita akan menjumpai pilar - pilar kayu khas ukiran Dayak sebagai suku asli Kalimantan. Namun, di bandara baru ini semua serba modern. Ciri khas Kalimantan dikemas secara mewah tanpa memakai kayu sebagai bahannya.

Ada satu hal yang terkesan mengurangi mewahnya bandara baru ini. Tempat Parkir!.

Tempat parkir menutupi bangunan bandar. Jika tempat parkir ini dibangun agak sedikit jauh dari bangunan depan bandara,megahnya bandara akan terlihat oleh seluruh pengguna jalan raya yang melintas. Saat posisi kendaraan di jalan raya sejajar dengan nadara yang terlihat hanya tempat parkir. Ketika kendaraan berada di jalan raya yang menanjak baru bisa "mencuri pandang" bangunan utama bandara. 

Mungkin disebabkan baru hari pertama mall - nya masih sepi, belum banyak yang mengisi. Bandara Sepinggan baru ini memang unik karena ada mallnya.Nah, sekarang ke bandara tak harus selalu degan tujuan berangkat atau menjemput family tapi bisa juga dengan tujuan ke mall sekadar cuci mata atau berbelanja .

Didi toleh kanan - toleh kiri, mencari karangan - karangan bunga ucapan  selamat peresmian, tapi kok tak ketemu ya?
Masalah nama bandar memang masih banyak yang pro dan kontra. Ada yang setuju dengan nama baru, " Bandara Sultan Aji Sulaiman". Tapi ada juga yang menolak nama baru itu dan tetap menginginkan nama lama, "Bandara Sepinggan". Bandara Sepinggan memang terletak di daerah Sepinggan.

Selamat atas "lahirnya" bandara baru yang mewah ini semoga bisa memancing minat wisatawan datang ke Balikpapan. 

Welcome to the oil city.... 










Tanggal 10 Februari (senin) esok Kota Balikpapan ulang tahun lho, ke 117. Kalau manusia umur 117 gimana tampangnya ya?


Nah, ini gladi bersih untuk acara gelar budaya setelah upacara besok. Gladi bersihnya ini ditemani oleh langit yang gelap. Posisi saya sangat strategis untuk memotret, di tribun utama. Ini sebetulnya karena ada Bude Lastri sebagai salah satu panitia.  Bude Lastri menjadi super sibuk dan sulit ditemui kalau Balikpapan ulang tahun. Bude Lastri juga aktif di Paguyuban Pacitan di Kota Balikpapan. 




Tariannya menurut pembawa acara ada 22 tarian yang mewakili seluruh pulau di Indonesia (kalau tampil besok pasti tambah cantik dan gagah dengan kostum khasnya). Untuk tarian khas Kalimantan ditampilkan 4 jenis tari dari Suku Dayak, Banjar, Paser dan Kutai. Sebenarnya ada videonya masing - masing tarian tapi kok gagal terus uploadnya. Jadinya hanya foto - foto yang bisa dipajang.


 Tari Dayak
 Tari Dayak

 Tari Jaipong
Tari Jaipong

 Tari Bali
 Tari Bali

Ondel - ondel Betawi

Tari Jepen (Kalimantan)

Maaf lupa ini tari dari daerah mana karena hujan mengguyur deras sibuk "menyelamtkan" anak - anak jadi tidak mendengar penjelasan nama tari dari pembawa acara. Para penari pun segera pindah ke dalam tenda untuk melanjutkan gladi bersih.

 Tari dari daerah Timur
Tari dari Paser

 Tari Banjar


Acara pemotretan terhenti oleh matinya baterai kamera digital dan malangnya lagi baterai cadangan yang saya bawa juga mati.  Terakhir ditutup oleh reog. Biasanya pemain reognya tertutup oleh singa reognya nah kemarin lihat penampakan aslinya. Wuih badannya bongsor, gede, gendut. 


Semoga acara besok berjalan lancar dan Kota Balikpapan semakin nyaman untuk dihuni seperti slogan Balikpapan, BERIMAN: Bersih, Indan, Aman dan Nyaman.